REMBANG — Kecelakaan maut melibatkan Toyota Innova, sepeda motor Yamaha Mio, dan seorang pejalan kaki terjadi di Jalan Rembang–Blora, tepatnya di depan SMPN 1 Sulang, Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 13.35 WIB.


Toyota Innova bernomor polisi H 1084 SE yang dikemudikan pria berusia 48 tahun awalnya melaju dari arah selatan menuju utara atau dari Sulang menuju Rembang. Dari arah berlawanan, melaju Yamaha Mio bernomor polisi B 3943 SBJ yang ditumpangi seorang ibu bersama anaknya.


Kapolres Rembang AKBP Fery mengatakan pengemudi Innova diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Mobil kemudian oleng ke kanan, melewati marka tengah, dan masuk ke jalur berlawanan.


Innova selanjutnya bertabrakan dengan Yamaha Mio dan menabrak seorang pejalan kaki yang berada di sekitar lokasi. Rekaman CCTV di depan sekolah disebut merekam rangkaian kecelakaan tersebut.


Kecelakaan mengakibatkan pengendara motor, Fitria Yulandari (36), dan anaknya meninggal dunia. Keduanya merupakan warga Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Kronologi berdasarkan keterangan Kapolres diberitakan detikJateng.


Seorang pejalan kaki berusia 51 tahun mengalami cedera kepala dan patah pada kedua kaki. Berdasarkan laporan awal, korban masih menjalani perawatan di RS Bhina Bhakti Husada Rembang.


Polisi telah mengamankan pengemudi Innova untuk menjalani pemeriksaan. Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Rembang Iptu Bhakti Satria menyatakan dugaan awal mengarah pada faktor kelelahan atau mengantuk, tetapi penyebab pasti masih didalami. Informasi penanganan pengemudi tersebut dilaporkan Radar Kudus.


Kapolres menyatakan pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi pengemudi berada di bawah pengaruh minuman beralkohol ataupun narkoba. Meski demikian, dugaan mengantuk sebagai penyebab kecelakaan tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan pengemudi, saksi, kendaraan, rekaman CCTV, dan olah tempat kejadian perkara.


Catatan Redaksi


Terdapat perbedaan informasi mengenai usia korban anak. Keterangan Kapolres yang diberitakan detikJateng menyebut korban berusia 11 tahun. Sementara sejumlah laporan lokal yang mengutip kepolisian dan perangkat desa menyebut korban berusia sekitar 3 tahun. Karena belum ada penjelasan resmi mengenai perbedaan tersebut, usia dan identitas lengkap korban anak tidak dicantumkan dalam naskah utama.