JEPANG — Kabar meninggalnya seorang figur media sosial Jepang yang dikenal sebagai Sufftan atau すふたん belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga penelusuran dilakukan pada 13 September 2026, belum ditemukan pengumuman resmi dari keluarga, kepolisian, pihak Sufftan, ataupun pengelola program “LAST CALL” yang mengonfirmasi kabar tersebut.


Rumor berawal dari penyebaran potongan rekaman yang diklaim berasal dari siaran langsung TikTok milik Sufftan. Rekaman itu ramai dibagikan pada 9 September dan memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatannya. Namun, waktu pembuatan rekaman, situasi setelah siaran berakhir, dan kondisi Sufftan belum terverifikasi.


Media Jepang Coki melaporkan bahwa klaim kematian menyebar melalui X bersama potongan video dan unggahan pihak ketiga. Hingga laporan itu diterbitkan, belum terdapat konfirmasi dari aparat, pihak Sufftan, maupun pengelola program. Sufftan juga disebut bukan peserta yang tampil dalam program utama karena pengambilan gambarnya dibatalkan.


Sufftan sebelumnya memang menyampaikan keluhan mengenai proses produksi “LAST CALL”. Berdasarkan pemberitaan Yutura pada Juli 2026, ia dijadwalkan mengikuti pengambilan gambar sebagai calon peserta, tetapi mengaku menunggu lebih dari sepuluh jam sebelum kegiatan dibatalkan. Ia juga menyampaikan keluhan mengenai komunikasi, pengaturan transportasi, serta dokumen terkait keikutsertaan. Seluruh keterangan tersebut berasal dari pihak Sufftan dan materi yang disebarkan melalui pihak ketiga.


“LAST CALL” sendiri bukan program televisi terestrial, melainkan program audisi pekerja klub kabaret yang ditayangkan melalui YouTube setiap Minggu. Keterangan resmi pengelola menyebut program tersebut mulai ditayangkan pada 4 Januari 2026.


Narasi media sosial kemudian menghubungkan rekaman TikTok, perselisihan produksi, dan klaim adanya kematian menjadi satu rangkaian. Namun, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Sufftan telah meninggal ataupun bahwa persoalan dengan “LAST CALL” menyebabkan tindakan tertentu.


Informasi bahwa rekaman tersebut dibuat pada 9 September juga belum dapat dipastikan. Sejumlah penelusuran di Jepang menyebut video mungkin berasal dari siaran yang berlangsung lebih awal, sedangkan unggahan mengenai kematian tidak didukung pernyataan dari sumber resmi.


Hasil Verifikasi

Kabar Sufftan meninggal: Belum terkonfirmasi.

Tanggal kejadian 9 September 2026: Tidak dapat dipastikan; tanggal tersebut lebih tepat disebut sebagai waktu rumor dan rekaman mulai ramai beredar.

Status sebagai tokoh televisi: Kurang tepat. Sufftan lebih dikenal sebagai figur media sosial dan calon peserta yang pengambilan gambarnya dibatalkan.

Keterlibatan dalam “LAST CALL”: Pernah dijadwalkan mengikuti pengambilan gambar, tetapi tidak tampil sebagai peserta dalam program utama.

Hubungan konflik produksi dengan kondisi Sufftan: Belum terbukti.

Konfirmasi keluarga, polisi, atau manajemen: Belum ditemukan hingga artikel ini disusun.

Catatan Redaksi


Judul yang menyatakan Sufftan telah meninggal tidak sebaiknya dipublikasikan sebagai fakta. Potongan rekaman yang memperlihatkan kondisi krisis juga tidak perlu diunggah ulang karena dapat melanggar privasi, menimbulkan trauma bagi penonton, dan mendorong peniruan.


Apabila nantinya muncul pernyataan resmi, informasi harus diperbarui tanpa menyimpulkan penyebab kematian hanya berdasarkan konflik pekerjaan, tekanan media sosial, atau satu peristiwa tertentu.